Halo.
I hope you guys stayed healthy
Mau sharing dikit nih. Selama hidup saya, untuk menambah ilmu juga hiburan saya lebih memilih menonton film atau short video di youtube. Melihat gambar serta ekspresi jauh lebih menyenangkan dan lebih mudah dipahami. Singkatnya saya tidak kepikiran untuk membaca setiap hari. Sepertinya otak saya tidak terbiasa dengan kertas buram dan deretan kata-kata. Saya mengantuk.
Tapi ada ritual aneh yang salalu saya lakukan. Saat hang out ke mall, biasanya untuk nonton di bioskop sendiri atau bareng teman, entah kenapa tubuh saya pasti mencari toko buku dan membeli satu atau dua. Kelakuan aneh ini membuat saya jadi pengumpul buku (meski tidak banyak), kasian banget mereka berdebu dilemari. So, i decided. It's time for new habit.
Sejak bulan Agustus 2020 saya menargetkan waktu untuk membaca selama 2-3 jam perhari, wajib, yang sejauh ini lancar, walaupun ada beberapa hari saat saya terserang rasa malas luar biasa atau godaan dari film-film dan variety episode terbaru. Everyday is war between us and ourselves, right ?
Ketika cerita ini ditulis, saya telah menyelesaikan dua buku non-fiksi yaitu Sapiens: The Brief Story of Humankind dari Yuval Noah Harari (English Ver) dan Sebuah Seni untuk bersikap bodoh amat karya Mark Manson. Serta 1 novel karya Tere Liye yaitu Daun Yang Jatuh Tidak Membenci Angin. To Tere liye's i don't really like it. yah romance fiction is not my cup of tea.
Buku yang belum selesai saya baca dari kapan tau, belinya 2019 sepertiya, yaitu Guns, Germs and Steel dari Jared Diamond. Bukunya tebal banget lebih 500 halaman dan juga agak sulit saya pahami karena ini terjemahan bahasa Indonesia. Mungkin kalau baca English ver.nya bakal lebih nyambung. Jadi saya memutuskan untuk berhenti dulu di 3/4 buku. But i promise to finish it. I will.
Nah, buku yang sedang saya baca sekarang. Homo Deus (Yuval), Everything is F*ck (Mark Manson) dan If It Bleeds (Stephen King). Baca buku-buku itu secara bergantian sebenarnya adalah usaha untuk menghindari kebosanan. Saya juga sengaja pilih buku versi bahasa Inggris untuk belajar struktur bahasa demi membantu menulis essay. Saya hampir tidak bisa menulis 1 paragraf pun because I lack of vocabulary, structure and prespective which is the crucial one. Saya jadinya kesulitan menuangkan pendapat dalam bentuk tulisan dengan baik.
Sekarang saya sedang menunggu mas-mas kurir mengantarkan dua buku baru yaitu I Want to Die But I Want To Eat Teokppoki (Baek Se Hee) dan The Lonely Anarchist (Fumiko Kaneko). Dari sinopsisnya sangat menarik dan cover eye-catching, jadi beli deh hehe. Nggak sabar buat unwrap.
Wah, it's a long writting
To everyone who is starting new habit, let's give our best.
@farahningtyas

Komentar
Posting Komentar